Minggu, 06 Februari 2011

MENGAIS PELAJARAN HIDUP DALAM LEMBARAN NOVEL

Judul buku : Bumi Cinta (Sebuah Novel Pembangun Jiwa)

Penulis : Habiburrahman El Shirazy

Penerbit : AUTHOR Publishing

Cetakan : Pertama 2010

Tebal : 546

Tahun 2010 ini bisa dikatakan era kebangkitan sastra. Novel-novel anak negeri banyak bermunculan bak jamur dimusim hujan. Tasaro Gk melahirkan novel Muhammad Lelaki Penggenggam Hujan (Bentang Pustaka), Damien Dematra menovelkan biografi Gusdur yang ia beri judul Sejuta Hati Untuk Gusdur (Gramedia) yang ia selesaikan dalam tempo 3 hari, tak ketinggalan kang Abik sapaan akrab Habiburrahman El Shirazy bagi penggemarnya, ia meluncurkan novel Bumi Cinta, sebagai penulis yang dianugerahi kehormatan sebagai novelis nomor wahid Indonesia, kang Abik membuktikan kelasnya. Sekalipun tema dan alur cerita novel yang kang Abik buat tak jauh beda dengan novel-novel sebelumnya yang selalu kental dengan pesan-pesan ke-Islaman yang menyejukkan, melalui tokoh mahasiswa Indonesia yang berjuang mengenyam pendidikan diluar negeri. Kali ini tak seperti tokoh Fahri (Ayat Ayat Cinta) dan Azzam (Ketika Cinta Bertasbih) yang berlatar Mesir. di novel terbarunya ini melalui Muhammad ayyas tokoh rekaan yang ia buat kang Abik lebih memaksimalkan kemampuan daya intelektualnya selain memiliki latar yang lebih menantang yakni Rusia sebagai negeri yang menjunjung tinggi kebebasan dan seks bebas (free seks), novel ini juga merangkum hampir semua disiplin ilmu, yakni: Teologi, filsafat, politik, kedokteran, sains, teknologi, sejarah dan budaya. Kang abik mampu menjelaskan semua itu secara detil dengan tetap setia pada alur cerita.

Tantangan Iman

Untuk mengetahui kualitas suatu hal itu perlu pembuktian, kita tahu tajamnya golok jika kita dapat dengan mudah membelah buah kelapa sekali tebas. Begitu juga dengan kualitas keimanan juga perlu pembuktian, dengan mengambil latar Rusia yang menganut paham free seks radikal kang Abik ingin mengingatkan bahwa godaan iman mau tidak mau akan menghampiri dan menyerang kita.

Tanpa kita sadari pergaulan remaja kita selalu dipengaruhi oleh media-media yang mengarah pada kerusakan moral hingga tak jarang di sekitar kita, kita menyaksikan sikap acuh pasangan remaja yang melakukan suatu prilaku yang sebenarnya tak pantas dilakukan dan bertentangan dengan budaya ketimuran. Melalui alur cerita novel ini kang Abik mengingatkan bahwa keimanan dan kesucian adalah kekayaan termahal manusia yang harus dijaga dan dipertahankan hingga tetes darah penghabisan. Ayyas tokoh utama novel ini hampir terjerumus oleh kemolekan Linor yang menggodanya di kamar tidur layaknya Nabi Yusuf yang digoda oleh Zulaikha. dengan tetap menyakini Allah yang selalu mengawasinya Ayyas sama sekali tak tergoda oleh kemolekan tubuh Linor. (h. 367) begitu juga saat Ayyas mendapat ciuman dari Anastasia Palazzo saat jadi narasumber seminar tentang ke-Tuhan-an ia begitu geram dan menyesali diri atas sikap Anastasia hingga tak menemuinya dalam waktu beberapa hari.(h.318) Ayyas hanya ingin disentuh oleh perempuan yang telah halal baginya.

Bentuk-bentuk pengingkaran terhadap Allah (Atheisme)

Tanpa kita sadari banyak hal yang bisa melupakan kita akan eksistensi Allah, seiring perkembangan ilmu dan tekhnologi yang begitu memudahkan dan memanjakan hidup kita, banyak dari kita seolah tak lagi membutuhkan-Nya. Menyadari kecenderungan hal itu, kang Abik mengajak kita merenungi jenis-jenis Atheisme, siapa tahu diri kita menganut salah satu paham atheisme secara tak kita sadari. dengan gamblang kang Abik menjelaskan jenis-jenis Atheis yang dijelaskan oleh Ayyas saat hendak meruntuhkan paham Atheisme Viktor Murasov yang begitu menyombongkan diri saat seminar tema “Tuhan Bagi Manusia di Era Modern” yakni Atheisme Materialisme, Atheisme Psikologi Atheisme Marxisme, Atheisme Eksistensialisme dan Atheisme Neo Positivisme.(h.329) namun sengaja kang Abik tak membahas dua jenis atheisme yang terakhir disebutkan, agar pembaca mencarinya sendiri.

Pertama--Atheisme materialisme menurut kang Abik ada sejak zaman Nabi Muhammad dan mencuat kembali pada abad ke-17 dan abad ke-19 diantara tokoh yang terkenal adalah karl Vogt, Huxely, Lamettra. Karl Vogt pernah berkata, otaklah yang melahirkan kehidupan ini. Otak melahirkan pikiran sebagaimana ginjal melahirkan air seni. Maksudnya, tidak ada wujud selain daripada materi. Tuhan bukan materi, kata Vogt jadi ia tidak ada. (h.331) Apakah kita termasuk atheisme jenis ini, jika hidup kita lebih disibukkan oleh urusan materi?

Kedua--Atheisme Psikologi. Atheisme ini dipopulerkan oleh Sigmund freud dan Ludwig van Feuerback. Agama menurut Freud dan Feuerback hanyalah cerminan keinginan manusia. Eksistensi Tuhan dianggap sebagai hasrat kekanak-kanakan, saat manusia telah memiliki ilmu dan kekuasaan, Tuhan tak lagi dibutuhkan. Ibarat anak kecil yang membutuhkan bantuan orang tuanya di masa kecil setelah tumbuh besar orang-tuanya pun tak lagi dibutuhkannya. Itulah citra Tuhan yang digambarkan Freud (h.332) Apakah kita hanya mengakui Tuhan saat kita butuh dan lemah seperti yang disindir Freud?

Ketiga--Atheisme Marxisme, Atheisme ini penggabungan Atheisme Materialisme dan Atheisme Psikologi yang digaungkan oleh Karl mark. Karl Mark menyatakan agama hanya candu bagi masyarakat, surga dan neraka hanya imajinasi manusia dan itu hanya membuat manusia sulit berkembang, semestinya surga kita raih didunia ini dengan segala kekuasaan yang kita miliki. Dunia bagi Marxisme adalah segala-galanya tak ada lagi hidup setelah mati begitulah kurang lebih pemikiran kaum Marxisme(h.333) ini menjadi teguran bagi para koruptor yang tak pernah kenyang. Sejatinya kalian adalah atheisme marxisme yang termasuk dosa besar dan keluar dari Islam .

Setelah menjelaskan sejarah para penentang Tuhan tersebut dengan jelas dan rasional melalui tokohnya Ayyas kang Abik meruntuhkan semua paham pengingkaran terhadap Tuhan tersebut dengan dalil seterang matahari.

Prihatin atas Kondisi Pertiwi



Salah satu kelebihan kang Abik sekalipun mengambil latar luar negeri di hampir setiap novel yang ia buat kang Abik selalu menyelipkan sikap kritisnya atas kondisi negeri disela-sela alur cerita dan dialog tokoh-tokohnya. Ia menyindir perkembangan demokrasi politik di Indonesia yang masih dikuasai oleh Money Politik (politik uang) rakyat indonesia tahunya uang siapapun yang menyalonkan diri jadi wakil rakyat apapun latar belakangnya sebejat apapun rakyat tak peduli, bagi mereka yang penting uang hingga nurani tak mampu berbicara. Korupsi masih menjadi budaya, dan peninggalan bangunan bersejarah kurang mendapat perhatian hingga apabila anak negeri ingin melihat bangunan bersejarah kerajaan-kerajaan yang tersebar di Indonesia tempo dulu akan sulit menemukannya (h.514)

Kehadiran novel kang Abik kali ini terasa lengkap, pembaca secara tak sadar akan mendapat berbagai khasanah disiplin pengetahuan disamping pesan moral yang tercecer disetiap alur cerita yang ditulis kang abik dengan begitu filmis. Membaca novel ini serasa melihat film layar lebar dengan cerita mafia yang penuh kelicikan sebagai tokoh antagonis dan pemuda lurus baik hati dari Indonesia bernama Ayyas hadir sebagai tokoh protagonis yang begitu mengagumkan dan dicintai banyak orang. Novel ini layak dibaca oleh berbagai kalangan. Berbagai disiplin ilmu yang terkesan serius bisa pembaca nikmati dengan menyenangkan. Tanpa merasa digurui.

*Anas Nasrudin

Alumni IAIN SMH Banten tinggal di komplek Hegar Alam 40 Ciloang Serang-Banten

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar